Sunday, February 14, 2010

Salahku

Tidakkah kau dengar ketukanketukan sapa ku
tidakkah kau rasakan kecemasan juga kecewaku
tidakkah kau tau diam dan ketakpedulianmu adalah mata air yg mengering di gersang jiwaku

ahh ya...apalah aku ini
aku bukan siapasiapa bagi mu

salahku,
samakan jingga dengan merah saga
berharap senja berpelangi sama
sinari jiwa buram dengan warnawarni indah

salahku,
berharap kau adalah dia...


Dak, 0210

Saturday, February 13, 2010

Prenjak



dua tiga empat bahkan lima prenjak berkumpul
berebut detik kicaukan nyata teranyar
menusuknusuk tapi terus ingin kudengar

sang bayu tak mau ketinggalan mengelitik telinga
berbisik lembut hadirkan cerita versi beda
menusuknusuk tapi terus ingin kudengar

semua tentangnya
slalu datang tanpa ku tanya
mencegat langkahlangkah kecilku
menyeretku kembali ke kelamnya waktu

............
sobat, pun kau lirih bersenandung
melayu deli yg mendayu murung
menusuknusuk tapi terus ingin kudengar

ahh, waktu
begitu tajam
: samar menghunus

Dak, 02.10

Monday, February 8, 2010

Lepaslah Bebas



sayang,
usahlah kau bersusah payah
mengirimi aku mawar berwarna pelangi
baik kirimkan padaku sapu tangan saja

jangan khawatir
sudah kupawang hujan
usah hiraukan retak mengarak remuk
aku kepalang mengarang

pergilah sayang
sebelum bendunganku
jebol termakan lumut waktu

sayang,
lelah sudah kaki ini menyangga asa
beribu cara kutempuh tuk taklukan tinggi bukit hati
tak tertaklukan.
telah kuperas peluhku, namun tak jua tergarami lautmu

kutetapkan untaian resah ini.
menjalinnya sebagai renda kerinduan
indah, meski tanpa pandangan nyata
daripada jurang hampa semakin menyedot rasa

pergilah sayang.
bebas lepas
terbanglah bersama sejuta inginmu


Nalda & Dak 02.10
Dalam kolaborasi

Friday, January 22, 2010

Elegi Rumput Liar



Panjang kemarau menyulut gersang
Bakar tiangtiang cinta
Asmara kini tinggal seonggok debu
Menutupi luka menjaga perihnya

Suara gending lembut mengalun
Melenggokkan sepi pada gemulai ayunan hampa
Sesekali menjejak resah
: mabuk kepayang

Pun angin membawa badai
Dingin jelmakan gigil
Menusuk tulang, bekukan hati
Hanya hawa silih berganti
Setia, pompa jantung menjaga degupnya

……………….
Rumput liar bertahan hidup
: tumbuh
Lupalah kemarau, usailah badai
: subur mekar kembang setaman



Nalda – Dak, 01 10
Kolaborasi

Monday, January 18, 2010

Rumput Liar



Panjang kau bawa kemarau
Menyulut gersang
Membakar tiangtiang cinta
Hingga asmara tinggal debu segumpal
Menutupi luka menjaga perihnya

Gending lembut berkumandang
Sepi melenggak-lenggok
Gemulai ayunkan hampa
Sesekali menjejak-jejak resah
: memabukkan

Pun angin membawa badai
Dingin menusuk ke tulang
Menjelma gigil bekukan hati
Tapi udara setia silih berganti
Memompa jantung menjaga degupnya

………………
Rumput liar bertahan hidup
: tumbuh
Lupakan kemarau lupakan badai
: subur mekarkan kembang


Dak, 01.10

Thursday, January 14, 2010

Siasia

Sedetik ku hela
nafas sesak menyiksa
pun mata ku tutup rapat
dalam perih ku telusuri tenang

: siasia

Dak, 01.10

Sunday, January 3, 2010

Asa_ku


Pun satu demi satu pintu ku tutup
Biarkan bayangbayang lari di belakang
Tirai baru mulai terbuka
Ah, dinding di depan angkuh menantang

Perjalanan belum selesai
Apapun yang kau bakar hanya sisakan arang
Mencoreng sebaris hitam
Dan luntur oleh hujan keyakinan

Sinar matahari pagi hangatkan beku
Kubuka mata merancang bahagia
Pun asa larungkan mantera-mantera
Bermandi cahaya menjaring mimpimimpi

Dak. 01.10.