Friday, June 23, 2017

23 Juni


...aku dan sepenggal ingatan tentang mimpi
selepas sahur tadi
tatap kosong kesepanjang jalan lengang Jakarta
hari ini

Tuhan, mohonku..
abaikan pinta harapku di jelang tidur semalam
karena, sua dengannya di mimpi saja begitu
melarakan rasa


Dak, 23Juni17


Tuesday, June 20, 2017

Binasa


...batumu kerasku
memercik api
tak padam dihujani sesal
kian berkobar dikipasi waktu

duhh,
mengabu rasa
terbang bersama asa
binasa

Dak, 20Jun17

Tuesday, March 21, 2017

Kenangan Sepi


dear kenangan,
berhentilah menghantu karena
telah kubebas lepaskan dia
dari segala janji.

atau sepi,..
dekap saja aku lebih ketat lagi
karena luka kecewa ini
seperti rindu yg kubunuh ribuan kali, tapi
tak mati dan terus teteskan nyeri

Dak, 0317

Friday, March 17, 2017

diamdiam


rajutan usang kenangan
lusuh dibasahi airmata
memburamkan impian
lunturkan harap asa

pun tetap rindu berkelindan
mempuisi diam-diam
temani rindu dendam

...rajutan usang kenangan
membelenggu masa depan

Dak

Dengan atau Tanpa Maaf


berharap semesta
berkonspirasi pertemukan kita
agar jelas perkara lama
pun lunas hutang piutang karma

angin, bumi, langit...
rumuskanlah waktu tertepat
untuk aku juga dia
bersua tatap sembuhkan jiwa
dengan atau tanpa
maaf


Dak

Monday, February 27, 2017

pergilah


baiklah,
pergilah
tanpa tanya
kubantu kau perjauh jarak kita

bebaslah
lepaslah
pun tak pernah kuminta kau ada
temani mati rasa di jiwa

bahagialah saja
jalani jalannya

Dak

Thursday, February 23, 2017

mengenang mu



digerus sibuk, lama kita tak bersapa kabar
mendadak kepulanganmu kudengar
duhai, damailah damai

20 Februari 2017 kau berpulang, terbebas dan merdeka dari fana
aku berpenuh harap damaimu di keabadian sana.
dan kukenang 2 goresan tanganmu untukku saat memberikan pelajaran cara memilih juga menguntai aksara dengan indah.
Sungguh terima kasih sudah ada dan berbagi ilmu untukku duhai kangmas guru.

RIP GEORGE SOEDARSONO ESTHU


DWI ANDARI
By. George Soedarsono Esthu

Dan begitu, sering kueja namamu.
Wahai kepundang tempat menuangkan rinduku.
Inilah perjalanan paling menakjubkan selama melintasi gurun cinta.

Ah ... wangi bunga selalu menjaga kelopak cintamu.
Nantikan aku pada simpang jalan yang berkabut itu.
Dan akan kubawakan sekuntum mawar agar senyummu mekar.
Aku masih menunggumu di luar sana.
Rinyai hujan akan menyiram kemarau yang membongkah di hati kita.
Inilah munajad pagiku untukmu seorang


DWI ANDARI (LAGI)
By. George Soedarsono Eshtu

Diantara gelombang yang selalu membawa debur itu.
Wiwara rasa membuka kelopak cinta tanpa cedera.
Ini seloka untuk dinda.

Aku menunggumu diantara kantuk dan sadar.
Negeri kabut selalu menjadi harapan untuk rumah kita kelak.
Dan di sana, kita akan melabuhkan seluruh kesah.
Andai aku boleh berada terus di sampingmu.
Rasa gamang akan selalu menghilang.
Inilah munajadku untukmu seorang.