Thursday, October 27, 2016

Sebatas Sapa


...
tentang Minggu malam
jelang dinihari Senin

tiga aksara sapa kabar
bagai kilat petir yg menyambar
memaksaku beringsut ke sudut kamar

tolong, gugah aku dari kenangan
karna di mimpi pun di nyata
tak lagi ingin dia ada
meski hanya sebatas sapa
tanpa wajah tanpa suara


Dak, 2016

Tarian Imaji zzz


malam masih berhujan
pun angin hembuskan dingin
aku mendekapi sepi
berteman secangkir tubruk kopi

. . .imajiku menari
sebentar nanti
kau akan mengetuk pintu mimpi
dan kita berdansa sampai pagi

ahh, sebelum Morfeus pergi
baiknya kuteguk habis kopi
dan rayu kantuk ini
zzz zzz zzz


Dak, 2016

Jagalah Jarak Stay Away!


...
jagalah jarak sembunyi
atau terus saja kau lari
jangan coba berhenti
jangan pernah berpikir tuk kembali
karena itu berarti
kau siap kulukai sedalam seperti
luka yang kau tikam ke jantung rasa ini

seberapa besar sesalpun kau rasai
seberapa beratpun dosa membenani...

Dak, 2016

Benci Hate


rasanya ingin kupenuhi
inboxmu dengan sejuta kata benci
atau kugoreskan milyaran puisi
tentang kekesalan hati
tapi percuma,
kamu bukan saja gak akan percaya
melainkan juga nyengir suka
dan bahkan mungkin kian sengaja
sembunyi berdiam lamalama
karena kamu tau
seberapa besar aku merinduimu
pun kamu tau
aku mulai dibakar cemburu

ahh, bikin gila ini cinta!


Dak, 2016

Monday, October 10, 2016

Fatamorgana


...mungkin telah aku
dibutakan fatamorgana dari
segunung mimpi dan harap
yang pernah sama kita ciptakan

hingga tuan,
diammu kini begitu menyakitkan
pun membawa kesadaran
tentang terik dan hujan
yang kan terus menghadang perjalanan

....................
baiklah, abaikan saja
aku dan mimpimimpi kita
biar kudekap dingin sendiri
dan penjarakan ingin pada sepi.


Dak, 2016

Maafkan..


maafkan aku
terjebak segala emosi
dibutakan fatamorgana
tak ijinkan matahari cerahkan hati

maafkan aku,
rayu mimpi tuk hidup_temani sepi
merajut cerita di luka yang kau beri
genggam kuat cinta mati ini

maafkan aku,
khianati penghianatanmu
dengan setiaku


Dak, 2016

keluar dari sekap mimpi


saat ini waktu membawaku padanya
lepaskan tangis muntahkan airmata
pun meski ingin dalam dekap peluknya
aku mau kau ada, bebaskan aku darinya

tolong aku
keluar dari sekap mimpi
yang datang tuk lagilagi
membunukku mati

...aku tak ingin menangis lagi
untuknya
untuk penghianatannya.


Dak, 2016