Wednesday, January 31, 2018

super blue blood moon


sttt...diamlah
tetaplah tengadah
nikmati purnama merah
lalu beranilah
goreskan sejuta rasa
yang mengecamuk di dada
tentang amarah sempurna
yang seratus lima puluh tahun mengendap
dalam, tak tertatap

...dan kau akan melihat karma
di gemetar takut yang berkalikali telah
membunuh jiwanya

Dak, 31.1.18

Sunday, January 21, 2018

KesangsiaN


membilang rindu,
kudekap degub yang kian mentalu
teriakkan diam berjuta harap ragu
yang perlahan menjajah remuk kalbu

..pun Januari basah berpayung hujan
dan kesiur anginnya hembuskan dingin
gigil bekukan segala ingin

duh, duhai
pemilik rusuk hidup ini
sampai kapan kau belenggu aku
dalam abu-abu mimpi titipanmu

Dak, 2018

Saturday, January 6, 2018

rindu


sungguh,
aku tak merawat pun menjaganya
tapi..
rindu ini tetap hidup
berkelindan seirama tarikan nafas

duhh,
harus bagaimana aku..?!

Dak, 2018

Namamu


dan namamu adalah kutuk bagi rindu
yang terajah di kedalaman kalbu
ter_eja penuh debar rancu
pun terbaca setiap waktu

ya, namamu
membumbung_jatuhkan asa
permainkan sempurna rasa
duhh..!!!

Dak,.2018

Monday, November 27, 2017

naifku


salahku,
pertanyakan rindu pada peragu
yang ribuan kali gagap mengeja rasa
hingga linglung membaca cinta

naifku,
percaya mimpimimpimu
yang pernah kau bagi beripadaku
meski nyata, nyata-nyata menggantung bahagiaku

Duhh..!!

Dak, 11.17

Saturday, November 18, 2017

latahku


...setelah beberapa jam menghilang
kabar dukamu datang
riakkan tinggi gelombang
dari mosi ketidak percayaan
sampai buat lucu-lucuan

duhh tuan,
tak sadarkah telah seberapa mahal
kau bayar harga dari kelakuan dangkal
pun masih di sana setia menunggu
karmamu!!!

Dak
ikut-ikutan dahh

Monday, November 13, 2017

kepada pelautku


terpaku aku
tatap buih-buih asin yang memecah
perdengarkan debur tak bersudah

...dan padamu kembali aku
terkenang perjalanan hidup yang kau bagi
dalam untai sejuta puisi

:kepada pelautku
di samudera manapun kini kau arungi takdirmu
semoga dalam lindungan dan kasih-Nya selalu

Dak, Anyer 1117
dedicated to Ahmad Rosyadi, damailah saja
di kedamaian abadimu.