Tuesday, May 8, 2018

mengGila


membilang degup
rindu meletup-letup

bibir dingin, wangi tubuhmu
tatap mata, bisik rayumu
menggila di kepala

..dan kuasah lagi sejuta rasa
kelak dengan tajam dingin sepinya
kan kutikami kau cinta
hingga koyak, mati selamanya!!


Dak, mei18


Friday, April 27, 2018

k.a.m.u


untaian aksaramu bukan hanya menari
di mataku, tapi
juga merdu melagu di pikiranku
hingga imaji terajut hanya untukmu
duhai pujangaku

pun nama, wajah dan senyummu
lekat di ingatanku
suburkan rindu
mekarkan cinta
buahkan keyakinan
akan masa depan


Dak, apr18

Saturday, April 14, 2018

selamanya



dan lagi, kembali
bayanganmu membayangi
berkejaran dalam imajinasi
lukiskan purba mimpi
hadirkan rindu juga nyeri

...pun sesal warnai sepi
pekatnya menikami 
jiwa mati ini

duhai,
berhentilah menghantui
menghilanglah saja
tanpa kabar berita
selamanya...


Dak, april2018

m.a.t .i


puisi mati, bukan karena cacat rima atau diksi
pun bukan karena penghianatan ide dan atau
permainan emosi, tapi
puisi mati karena ketajaman kata-katanya
menikami
sepi


Dak, april2018

Wednesday, January 31, 2018

super blue blood moon


sttt...diamlah
tetaplah tengadah
nikmati purnama merah
lalu beranilah
goreskan sejuta rasa
yang mengecamuk di dada
tentang amarah sempurna
yang seratus lima puluh tahun mengendap
dalam, tak tertatap

...dan kau akan melihat karma
di gemetar takut yang berkalikali telah
membunuh jiwanya

Dak, 31.1.18

Sunday, January 21, 2018

KesangsiaN


membilang rindu,
kudekap degub yang kian mentalu
teriakkan diam berjuta harap ragu
yang perlahan menjajah remuk kalbu

..pun Januari basah berpayung hujan
dan kesiur anginnya hembuskan dingin
gigil bekukan segala ingin

duh, duhai
pemilik rusuk hidup ini
sampai kapan kau belenggu aku
dalam abu-abu mimpi titipanmu

Dak, 2018

Saturday, January 6, 2018

rindu


sungguh,
aku tak merawat pun menjaganya
tapi..
rindu ini tetap hidup
berkelindan seirama tarikan nafas

duhh,
harus bagaimana aku..?!

Dak, 2018