Thursday, April 29, 2021

Kau dan Demarkasi Realitamu

Sebila kembali dijajah pesonamu 
Masa lalu tak lebih dari cerita klise 
Dan Air mata maafmu adalah rintik candu
Mengalir-menganulir lalu membius rasa Meredakan sakit dan mengeringkan luka . 

Kemudian saat kita bertemu katakata 
Kau seolah sengaja mengulang sesalan 
Atas pagar tinggi diantara kita 
Dan riuh kalimat maaf berhamburan 
Agar engkau aku lupakan 

Ah.. Taukah kau bahwa kehampaan adalah keabadian  
yang telah kau hadiahkan ke tiap hari-hariku menghabisi almanac dan bilangan masa lalu mengunci sesalan pada kekalan . 

Tapi pun demikian 
Tak lagi kuasa aku mengganti rasa cinta 
Sebab hadir dan hilangmu sedemikian nyata 
Dengen sederetan narasi dan argumentasi 
Tentang rumitnya kenyataan 
Lalu membelenggu mati akalku 
Pada penerimaan. . 

“Kekasih, taukah kau 
bahwa banyak sudah bait liris yang basah 
lalu kembali tiris, oleh darah dan airmata, 
setelah hadirmu hanyalah antara ada dan tiada, 
mengusik menelisik lalu menguliti seluruh 
mimpi-mimpi indahku tentang masa depan 
sekaligus masa lalu” . 


DAK & BISKA 2021

Monday, April 26, 2021

Matahariku

Haruskah kumaki laut sebab berlayarmu 
hilang tepian 
Atau haruskah kupotong sesayap camar 
Sebab Kepakkan kabarnya 
melayang-sesatkanku 
ke relung-relung sunyi 

aku tak tau lagi harus seperti apa 
dan sebagaimana 
menempatkan gambaran hikayat berai ini 
ke dalam figura kenang 
sebab jejakmu turut hilang 
dikutuk sesalan bayang 

kau!

Dak, 0421
Kolaborasi dengan Biska