Friday, December 28, 2012

'ngangeni


menghilanglah
kau tak akan kucari
karena ku tau pasti
kau tak jauh, ada disekitar hati
sembunyi !
agar kangenku meninggi

ah, tuan
tak taukah ?
tanpa trik menghilangpun
disetiap detik derak jalannya waktu
kau semakin 'ngangenin
memberati rasa dengan cinta

...dan anganku hanya dipenuhi ingin
menggenggammu selamanya


Dak, 12.12

Wednesday, December 26, 2012

kado tahun baru


dan darimu
mungkin ya,
aku menginginkannya
kado tahun baru
bukan satu puisi
tapi
kamu
lengkap dengan hatimu
yang kutahu selalu berpuisi


Dak, 12.12


.

Wednesday, December 19, 2012

kita..


sedekat ini kita
membisu tanpa sapa
menjaga rasa; menyiksa

aku tergugu kembali diterjang luka
kamu terdiam pandangi dosa
bercak noda cerita lama
acapkali menerpa; menyapa

kita..
koyak dipermainkan takdir
sempurna; merana


Dak, 12.12

Tuesday, December 18, 2012

PIEDRA



ahh...
benarkah ?
sedingin itukah?!
air di sungai Piedra

…mungkin benar,
jika aku menuliskan semua kesakitanku
lalu membuang kedingin airnya
maka semua akan membeku
karam dan
membatu didasar riaknya
hingga tak akan lagi ada basah luka
yang tinggalkan nyerinya

duhh...
andai bisa
kaki ini membawa langkah kesana


Dak, 12.12

Opus Rindu pada Ibunda

: yang tak 'kan pernah berubah
diantara kita
hanya sebuah ingin di urat darah
--- bahagia mu - ku.. ---
hingga kuingin tangisku yang pertama
dalam tangisku kini
tangisan yang terlantun usai ari-ku terlepas
dari rahim-mu, bunda

lentangkan semua kehampaan yang hadir
bukankah telah rampung segala tanya..?
manuskrip-manuskrip do'a
yang kerap dilafadz di setiap kencan rituilmu
adalah segenggam mutiara
tetap saja dengung di telinga
berubah-ubah

untuk kali ini, Tuhan
boleh kupinjam bunda 
cuma beberapa bentar
sekedar hapus bening yang terus menetes
diterpa kesal, banjiri amarah
dengan diam sesal

boleh, Tuhan..!?
karena, 
hanya dengan lembut ucapnya
aku bening tenang
dalam bisik  do'anya
aku hening damai

ya, sebentar saja..
semenit dua
izinkan aku memeluknya
meski di mimpi, hanya

sebab, tangis-duka bunda
menjadi tetes darahku
yang telah menjadi "hutang tak terbayar.."
tak pernah mampu..!!


Dak, 12.12
(Sajak Kolaborasi dengan Efvhan Fajrullah) 

Friday, December 14, 2012

dia kira, dia siapa ?!



dia pikir dia itu siapa
datang dan pergi tanpa diminta
berkelakuan seenak suka
semenamena permainkan rasa
mentang-mentang buat hatiku dia raja
bisabisanya dia perlente bergaya !

hu_uh dia kira dia siapa
sukanya mengulang salah saja
minta maaf berjutajuta
yakin sekali aku percaya
segala sesal dan keterbatasannya

duuuh..dia itu siapa ?!
tau betul aku seperti apa
mudah jatuh iba tak kuat marah lama
apalagi pada yang tercinta
susahnya...
susahnya !


Dak, 12.12

Thursday, December 13, 2012

kamis kedua dibulan Desember



hari ini
dipenuhi ingatan kenangan kita
rasanya ingin menangis saja
tapi takut kamu melihatnya dari atas sana
dan bersedih untukku disini
jadi...
kubiarkan mata dan rasa
berkaca membaca email-email lama
( …membaca emailmu rasanya mau tersenyum saja
tapi percuma kamu tak melihat senyumku kan ?...
--------
…kenapa percuma ?
bagaimanapun juga aku bisa koq melihat senyummu…)
merasakan lagi kedekatan kita
dan do'a…
kubisikkan untuk baikmu disana

hari ini
kamis kedua dibulan desember
aku kuyup dibasahi rindu
padamu diaryku !


Dak, 12.12
teruntuk my first diary, Ahmad Rosyadi
.

Wednesday, December 12, 2012

yang tak terpungkiri..


mencintaimu mungkin suatu kebodohan
dan tetap mencintaimu
bisa jadi adalah gangguan jiwa tingkat tinggi
tapi...
mau bagaimana lagi ?
kegilaan ini sungguh kekuatan cinta murni
yang tumbuh dan subur dihati
mekarkan bunga penuh duri
indah
tak terpungkiri !


Dak, 12.12

Monday, December 10, 2012

curigaku, mungkin..


curigaku..
dia itu juga kamu
sigila yang dulu
berkata dan berprilaku abu-abu
hitam putihnya siapa juga yang tau ?!..
pun begitu
mampu mencuri perhatian juga waktu
dan warnai harihari ku
bukan saja dengan merah kuning hijau biru
tapi juga jingga nila dan ungu
hingga pelangi selalu memayungiku
bahkan sampai hari ini meski,
sejak detik pertama kau pergi
mejikuhibiniu tak semenarik dulu lagi

mungkin aku
terlalu merindu
hingga membacanya serasa membacamu
mungkin juga
hatiku memang masih mengenalimu

ahh,
curigaku
mungkin..


Dak, 12.12

Friday, December 7, 2012

menggila...


: masih seputar rumor

seekor prenjak mendekat
berkicau memancing rasa
patuki kering leluka

aku diam ketika dia mulai mencakar-cakar rasa
pun masih terdiam ketika merah mulai memecah

...lalu dua lima sembilan menghampiri
berebut detik kicaukan kira dan tanya
lukai luka nanahkan duka

duhh, haruskah...
tetap berdiam diri
dalam bulan-bulanan rumor yg menggila ini ?!


Dak, 12.12

Wednesday, December 5, 2012

mengasah kata

akan kuasah kata
hingga bahkan lebih tajam dari samurai
dan...
akan kuperkuat insting
hingga tepat saat kutikamkan
kejantungmu !

tunggu saja sayang...
saatnya pasti kan datang !
 
 
Dak, 12.12
 
.

Monday, December 3, 2012

Desember Malamku


ada suara kerik jangkrik
ada suara hujan yang merintik
desember malamku bernuansa romantik
mimpiku nanti pasti disambangi sipenyair antik
yang kan berpuisi tentang cinta dalam syair-syair  politik
dan membuatku tersenyum karena kata-katanya yang menggelitik

tidur ah, capek juga jari jemariku ngetik
hahaha !…


Dak, 12.12
berharap  si antik tersesat ditubir mimpiku

Thursday, November 29, 2012

purnama dan kegilaan

…dijauh sebelah entah
aku tau kau tengah tengadah
bermandi cahaya nikmati purnama
senyamsenyum sendiri macam orang gila
pun berpuisi bak penyair dunia

tidak tuan,
ini bukan hasil terawangan
dan kebenarannya…
kau tau bukan ?

aku tau karena…
kita sama
samasama pencinta purnama
pun sama
samasama ada gangguan jiwa
hahahaha !


Dak, 11.12
ketika rindu hadirkan kenangan tentangmu

.

Tuesday, November 27, 2012

sampai fajar membangunkan


aku pasrah
bahkan menikmatinya
sanderaan sinyaris purnama malam ini
dan bagaimana tidak...
wajah juga senyummu tuan
tergambar jelas di seraut penuh wajah bulan

…………..
malam telah matang dalam kelam
saat aku terbebas dari tuan rembulan
tapi rindu
masih menggunung
lalu
aku menebar umpan diatas jejaring
kupenuhi isi ingatanku dengan wajahmu
kurapalkan namamu sebagai mantra
tak lupa kusisipi baitbait puisi cinta
berharap mimpi terjerat
dan hanya kaulah yg terseret
tersesat
dikedalaman impianku

karena tuan,
malam ini aku masih mau
nikmati wajah dan senyummu
dilelap tidurku
sampai fajar membangunkan


Dak, 11.12

Monday, November 26, 2012

datanglah...


kanda,
jangan biarkan aku
membaca sepi di gemuruh riuh rindu...

datanglah
bantu aku mengeja rasa


Dak, 11.12

ya...


ya, satu sayapku telah kau patahkan
dan mungkin aku tak lagi mampu terbang
tapi...
aku akan berjalan
tapaki jejak takdirku
sejauh garis yang digoreskan-Nya
untuk ku

ya...
luka ini nyata
tapi rasa adalah pilihan
dan aku memilih
abaikan nyeri perihnya
meski luka ini mungkin
tak akan pernah mengering


Dak,  11.12

bertemumu aku tak takut..!

pukulan yang  kau hantamkan
tepat ke ulu hatiku
meretakkan
tapi tuan,
itu tak cukup kuat
tuk hancurkan aku

balasanku
bukan pukulan balik
untuk hancurkan kamu
tapi...
kekokohan jiwa
yang tetap mampu arungi
samudera hidup
meski kuhirup kehidupan
dengan hati yang retak

…dan tuan,
bertemumu aku tak takut  !


Dak, 11.12

bisikan Hermes

...dan malam kian berwarna
dalam tiupan Hermes angin kembali berbisik
membawa kabar tentangmu
pun sejuta kemungkinan berdengung
menusuknusuk gendang telinga

gelap rintikkan hujan
tannyaku merinai
bagaimana
seandainya
jika

Duhh !..


Dak, 11.12 

Wednesday, November 14, 2012

sumpahku


tuan
ingatkah saat kau beri aku candu
bahagia dan duka sama rasa
sadarku hilang
tenggelam dalam permainanmu
putih hitam abuabu kelabu kelam
pun kau genggamkan belati ditangan
tuntun aku tuk menghujamkan luka
kejantungnya
berkali-kali

.............
aku bersumpah
dengan tangan ini
dengan kesadaran ini
dan dengan senang hati
aku akan menggenggam belati
mengangkatnya tinggitinggi
menikamkannya tepat
kejantungmu
berkali-kali


Dak, 11.12

.

Monday, November 12, 2012

dibombardir kecewa


aku dikelilingi berjuta katakata serapah
memenuhi pikiran membakar jiwa
dari yang halus, semi kasar, kasar keras sampai
yang kotor luarbiasa
tapi tak satupun mampu kukeluarkan dari kepala
pun tak mampu kutuliskan agar terbaca

ah, marah begitu melelahkan
tapi menjaga rasa menelan emosi
sejuta kali lebih melelahkan
duh,
seberat apa kecewa ini membom bardir rasaku

Dak, 11.12

Tuhan, boleh kupinjam Ibu sebentar ?...



Tuhan, boleh kupinjam Ibu sebentar ?...
karena bening ini makin liar menetes
dan hanya usapan lembut jemarinya
yang bisa tenangkan galau hati

boleh Tuhan ?...
aku ingin dia membelai anak rambutku
sambil senandungkan lagu kesukaannya
    ( Lir ilir lir ilir tandure mung semilir...
    Cah angon cah angon penekne blimbing kuwi... )
pun aku ingin tertidur dipangkuannya
mengintip mimpimimpinya
tentang harapannya pada masa depanku

Tuhan, boleh ya...
kupinjam Ibu sebentar
meski hanya dimimpi
aku ingin...
bersamanya saat ini
sangat ingin
ada didekapannya lagi


Dak, 11.12

Tuesday, November 6, 2012

kutukan cinta


mau bagaimana lagi ?
membencimu juga percuma
siasia
hanya akan menancapkan rasa
sayang semakin dalam
padahal
ini cinta sudah terbenam
kedasarnya jiwa

duhh....
kutukan cinta
indah menyiksa


Dak, 11.12

.

Monday, November 5, 2012

tentang dendam

senja bergerimis
di sudut itu dia menangis
tanpa isak tanpa airmata
tertawa
dengan senyum mengiris
miris

angin hembuskan tanya...

" kenapa,
masih saja mengingat
bajingan yang telah membuangmu ke got ?
lupakan saja,
dia tak pantas kau kenang ! "

malam berhujan
dia masih disudut yang sama
hentikan tangis hentikan semu tawa
memeluk erat sepinya sendirian
terdiam mengeja rasa
membaca asa

lalu dia berbisik pada angin
" karena itu aku harus mengingatnya...
bukankah yang busuk akan berbau ?..
aku akan
membuat semua orang melihat, memcium dan
melemparnya ke got "

malam merambat...
dilawannya takut pada gelap

Dak, 11.12

Thursday, November 1, 2012

tikamanku...


Hermes serupa angin
hembuskan kabar dingin
bisikkannya lembut menderu
pecahkan kering leluka 
kabarnya takdir
kan pertemukan kita lagi
masih dijaman ini

...........
baiklah,
mampir saja semenit dua
kehadapanku sesegera bisa
dan kupastikan
didetik pertama
kau terkapar
oleh sejuta tikamanku


Dak, 11.12

Monday, October 29, 2012

pergi ya pergi


pergi ya pergi
aku bisa sendiri
tapi
aku kan tetap disini
menanti

karena tanpamu aku sepi
dan hanya denganmu aku ingin berbagi
seribu satu mimpi


Dak, 10.12

Monday, October 22, 2012

kamu dan mimpi-mimpi











inginnya aku
mengajakmu menari
menjejakjejakkan kaki
ayunkan jemari
berputar lalu terbang tinggi
menggapai mimpi purba
yang pernah kau bawa
dan begitu kupercaya

tapi...
kamu dan mimpi
entah dimana kini

aku rasa...
aku bahkan menyukainya
bayang-bayangmu
yang kerap hadir
mengganggu imajinasi
dan penuhi anganku
dengan keinginan tuk segera bertemu


Dak, 10.12

Friday, October 19, 2012

stunami dijelang senja


diriak tenang samuderaku
angin masalalu membadai datang
bergulunggulung mengombak rasa
akupun pecah diterjal karang
lalu terseret sesat gelombang
membuih dalam harap hampa

ah, kamu
serupa stunami di siang jelang senjaku
hari ini....


Dak, 10.12

Wednesday, October 17, 2012

cintakah ini ?..













sepertinya memang
tak ada
satupun kata 
didunia yang bisa
mewakili hasratku
tuk memenjarakan diri
selama mungkin dalam
pesonamu

pun tak ada arti
yang mampu menjelaskan
keinginan hati
tuk tenggelam lebur dalam warnamu
sehitam apapun itu

cintakah ini ?...


Dak, 10.12

Tuesday, October 16, 2012

merayu malam













ssttt....
sedang kurayu malam
agar mau mengajak sepi menari
diiringi gending detak jantung ini
pun ditebari wangi seribu harap doa
agar malam hadirkan indah impian
meski aku dalam ketat kepungan sunyi
buah dari rindu yang kau tinggalkan


Dak, 10.12

Monday, October 15, 2012

mengganda



...yang berlipat ganda 
dan kian mengganda
dalam bakaran cemburu
adalah rinduku
padamu
duhai padanan jiwa
tercinta


Dak, 10.12

Wednesday, October 10, 2012

tanpamu aku













engkau yang membuat luka
dan hadirkan luarbiasa rasa
ya, engkau
yang sengaja sakiti jiwa
merajut nyeri hati
tak terbersitkah kelak
sakit ini
akan berbalik kepadamu ?...

pun tanpamu aku
tetap
menggulung benang waktu
yang kusut oleh ulahmu
dan basah oleh airmataku

anehnya...
aku mampu !


Dak, 10.12