Friday, December 18, 2009

MATAHARIKU



Suaramu merdu terngiang
senandungkan lagu tentang bintang
yang bertebaran di luas langit
berpendar berbagi cahaya dengan sabit
: indah warnai malam
membuatku tegar hadapi kelam

Katamu
kelam malam adalah ujian
kerlip dalam temaram itu panduan
yang kan menuntun langkahlangkah_ku
temukan cahaya sebenarnya
: matahari

Katamu
tatalah indah mimpimimpi
bungkus dengan keyakinan hati
karena pagi disana menanti
bawa sejuta harapan dalam hangat
sinar mentari

Bisikmu
tersenyumlah
tatap dunia dengan ceria
karena matahari sengaja dicipta
khusus untukku gantungkan cita
dan mengubah asa menjadi nyata

Dalam biru doadoa
pun aku berbisik
tunggu aku
: matahariku


Dak, 12.09

Tuesday, December 15, 2009

NGERI

Lantang kau bicara janggal
beri kesaksian cerita sepenggal
anggap kami ber_otak dangkal

Rapat kau tutup busuk
tapi baunya menyeruak, menyeruduk
bikin merinding bulu kuduk

Ngeri
ngotot SALAH kau pungkiri
lalu, bagaimana mau perbaiki negeri ?

Dak, 12.09

Sunday, December 13, 2009

PICIK

Sipicik berwajah klasik
Tersenyum licik mengumbar baik
Tanamkan budi tutupi keji
menebar luka menjala duka
tertawa dalam lautan derita

Sipicik berwajah klasik
sesumbar diri paling cerdik
nuraninya mati oleh kekerdilan hati
candui semua yang berbau nista
hidupnya palsu penuh sejuta dusta

Awas, sipicik berwajah klasik
: nyata kelilingi kita

Dak 12.09

Friday, December 11, 2009

RASA



kita memintal banyak benang
berkalikali tertusuk jarum
rajutan belum selesai
menyerah kau menjauh pergi
tinggalkan banyak warna terbengkalai

pun kita bicara
dalam sepi yang kau cipta
menatap kelu sobekan rendarenda cinta
saling bertukar kabar
meski dengan nadanada datar

doa
percaya
rasa
:entah kemana


Dak, 12.09

Sunday, December 6, 2009

EPISODE MAMPUKAH

Hujan
turun tibatiba
deras berpetir keras
menampar angin bangunkan sadar

Ingatan satusatu datang
bersama kilat yang menyambar garang
pun air mata menetes jalang
berharap waktu bisa diulang

Tapi waktu tak bisa diulang
hanya bisa dipanggil tuk dikenang
pun suaramu kembali terngiang
lembut lantunkan puisi goresan tangan

" Lihatlah apa yang ku lihat
ditepi senja yang berjubah jingga
ia tampak lebih bersahaja

Dengarlah apa yang ku dengar
begitu lembut menyatu dengan angin
menyusup ketelingaku nyanyian rindu

Terjemahkanlah dengan nuranimu
segala rasa yang ada
saat semua terdiam "


Hujan reda
hadirkan segaris jingga diujung senja
dan dalam diammu
kau terjemahkan semua
: sempurna


Dak - Adis 12.09
sebuah kolaborasi oretanku dgn puisi Mas Adis.
EPISODE MAMPUKAH by ADIS Medio - Sept.08 ( cetak miring )

Thursday, December 3, 2009

PURNAMA AWAL DESEMBER



Dan lautpun memberi kabar
lewat debur ombak yang melandai kepantai
diiringi kepakan sayap-sayap camar
dengar dan lihatlah...
purnama malam awal desember
lentera yang terangi jalannya pulang
tinggalkan jejak fatamorgana pelangi
diatas buihbuih asin

Selamat jalan sahabat
warisan stanza kata-kata mu akan slalu disini
temaniku meniti hari
damailah...
dalam dekap peluk-Nya
dalam indah kasih-Nya
abadilah
dalam keabadian


Dak 12.09
Slamat jalan maskoe...
mengenang kepergian sahabat, kakak juga guru terbaik sedunia
Ahmad Rosyadi ( Adis )

Wednesday, December 2, 2009

DESEMBER

Malam desember awal
Bermandi cahaya bulan
Benderang terangi jalan
Bantu langkahku temukan impian

Lihat,…
Wajah-wajah kalian samar tergambar
Nakal bergantian timbul tenggelam
Disempurna wajah bulan

Tunggu,…
Aku akan datang
Rangkai lagi asa yang telah usang
Pastikan senyum kan terbalut senang

Dengar,…
Bisik senandung riang
Iringi langkah-langkah panjang
Perjuanganku tuk masa datang

Malam desember awal
Langit minim bintang
: Indah sempurna
Bermandi cahaya purnama

Dak 12.09