Tuesday, January 13, 2015

k e l u



...dan bukankah kita semua tau
siapa yang pegang kendali
pun siapa yang dalam kendali
siapa pula yang terpaksa menerima kendali

ya, kita...

ah, bukankah kita semua sama
tak bisa apa-apa kecuali menelan rasa
pun bahkan tuk sekedar jujur bicara
tentang keprihatinan juga derita
hanya karena takut segalanya makin jadi saja

ya, kita sama tak bergunanya
bagi bangsa

duhh...


Dak, 2015
kelunya lidah dan penaku

Lipatan lusuh Waktu


tuan,
ketika waktu bentangkan jarak
tak terhitung detik yang bergulir lamban
berlembar-lembar kenangan membayang
pun satu-satu mendrama di ingatan

begitu lusuh
mimpi-mimpi berdebu
tak tergapai dipenggal palsu

tuan,
jarak kini kian menjurang
sepi sunyi berkarib dengan diri
benamkan rasa dikedalaman kecewa
tumbukan subur kehampaan jiwa

ya kubiarkan waktu
membawa tuntun aku
menjauh dari segala tentangmu

...untuk kelak kembali datang
menagih setiap tetes yang terbuang
duhh..!!!


Dak, 2015

bohongi diri



...dan sakit ini
tepat menikam jantung hati
mengiris kucurkan nyeri
luluh lantakkan bukan hanya mimpi, tapi
juga hadirkan lukisan abadi sepi.

ya, salahku sendiri
membohongi diri
hingga dijawab rasa, sesakit ini.

Duhh...!!


Dak, 2015

Saturday, January 3, 2015

k.a.r.m.a



malam kian berwarna
pun rintik merinai tak berwarna
senandungkan nyanyian hujan
hembuskan dingin sepi

kantuk tak jua datang
anganku mengundang
harap yang menikam
rindu juga dendam

dan takdirmu adalah...
kutemukan.
for better for worse
hingga lunas hutang piutang
karma kita.


Dak, 2015

bantu aku...


...ada dalam kepungan tentara kata-kata
tapi tak bisa apa-apa
melompong kosong ini isi kepala
duhh ide
duhh imaji...
pada kemana ya?!

duhai motivasi
datanglah segera bisa
bantu aku merangkai rasa
tuntun aku memilih kata
aku mau membuat puisi
teruntuknya saja
bisakah?!


Dak, 2015

catatan akhir tahun


dan pekat berhujan kembang api...
kilau dan dentumannya indah tapi ngeri
pun masih ditambah bising terompet
ahh, malamku diperkosa
sepi damaiku ternoda
pergantian tahun pesta!

mendadak kangen
malam yang sepi damai
dimana sunyi menemani
saat aku berdialog dengan hati

Dak
Ciledug, 31 Des 2014 - 23:59

menjemput takdir



malam yang berisik
petasan berebut detik menyerbu gelap langit
unjuk indah,mekarkan pijarnya.

...tapi aku tak terusik
imajinasiku melenggang terlalu asik
berdamai dengan waktu merunut yang berlalu

dari awal Januari sampai hari ini,
hari terakhir Desember 2014
susah senang kukenang dengan senyuman

dan harap itu betumbuh
esok diawal yang baru
langkahku semakin mantap menjemputmu
takdirku.


Dak, 31-12-14