skip to main |
skip to sidebar
kudekapi getarnya
merabai rasa demi rasa
dan tanyapun terjawab sudah
meski tetap tinggalkan resah
tuan
tanyaku kembali deras menghujan
akan sampai kapan kau siksa jiwa
dengan kerinduan maya..?
duhh..!
Dak, 201013
dengar ya
jangan terpuruk mimpi buruk
dan jangan sesali mimpi yang kandas lepas
pun jangan biarkan diri tersesat dalam mimpi usang
nyata yang tak berpihak, hadapi!
bersegeralah bangkit dari mati
beranilah bermimpilah lagi
...dan jadikan aku
bagian dalam mimpimu
Dak
Ciledug, 161013
sayang
bagaimana bisa kita saling menguatkan
bergandengan tangan melangkah bahkan terbang
tinggalkan duka menjemput bahagia
katakan
bagaimana bisa kau sembuhkan luka
jika kau terus merawat derita
katakan sayang
bagaimana bisa kita saling dekap
jika masih kau pasung jiwamu dalam gelap
Dak
Ciledug, 151013
membuka lipatan kenangan
isengku, larutkan aku
pada emosi lalu
dan beningpun basahi rasa
ahh ternyata,
aku masih punya air mata.
duhh, ini iseng..!
Dak, 10.13
ah tuan,
sejuta kalipun rindu kukatakan
kamu gak akan dengar_kan?!,,
tapi yakinku
kamu tetap bisa
rasakan getarannya
jadi terus kutuliskan saja
puisi-puisi goresan rasa
kubaca dalam hati sepenuh jiwa
terkhusus untukmu semata
duhh duhai
lelaki berhati sunyi
masihkah namaku menemani
sepinya hari-hari..?
Dak, 10.13
teruntukmu saja
hati berbisik, seperti biasa hasratku terusik
tuk merangkai kata ceritakan nyata rasa
pun degup mengeja anganan ingin
dan puisi ini merajuk untuk dituliskan
tapi imajiku mendadak beku pun jemari ikut kaku
mengingat pernyataan seorang kawan guru
bahwa oretanku bukanlah sebuah puisi
ya, tanpa permainan kata
diksi rima dan entah apalagi namanya
puisi hatiku ini tak lebih hanya pamflet saja
ahh, padahal selama ini kukira bahkan
tanpa kata-kata puitik atau dengan bahasa sederhanapun
setiap hembusan nafas yang kugoreskan lewat kata
adalah puisi
Dak, 10.13
Appolo di mimpiku
bersyair dan berlagu
musikalisasi puisi rindu
petikan kecapinya begitu mencumbu
membuat kangenku kian menggebu
Dionysus tak mau ketinggalan
sajikan anggur seribu cawan
menyihirku dengan ritual kegilaan
aku pun mabuk dalam kegalauan
di riak gelombang rasa padamu tuan
ahh ini rindu
menjajah alam bawah sadarku
hadirkan dewa-dewa di imajinasiku
indahnya..
-- Appolo dan Dionysus berpesta untuk rinduku padamu --
Dak
edisi rev 9.13