Thursday, February 28, 2013

prahara rindu


 
kalau kau tak disini
bagaimana bisa kubisikkan rindu ini?..

kalau kau berkeras terus sembunyi
bagaimana tidak rindu berbuah benci?!

tuan,
jangan permainkan rasa yang kau juga punya
karena kutakut bukan makin rindu yang ada
tapi cemburu yang kan membabi buta

jadi...
segeralah saja
muncul dan bawakan aku sekeranjang cinta
sebelum rinduku memudar diamuk prasangka


Dak, 02.13

Tuesday, February 26, 2013

angin..

: kubuka kaca jendela bis
lempar tatap keseluas jalan
tibatiba angin menampar kasar
teteskan deras bening

ah, jalan kita
kulewati sendirian sekarang!
Dak, 02.13

Cinta Jatuh Aku..!!

Photo: Cinta jatuh Aku..!!

: sejak sapamu
ada yang bertumbuh
menjalar 
mengakar kuat di hati
meresahkan,
sekaligus menentramkan

mengacak-acak rasa
tapi tak terpungkiri indahnya

tuan,
santunmu memikat
aku terpikat..

nah, 
kujatuhi cinta dengan segala resiko...!

-- mimpi, ternyata --
tidur lagi, ah..!

 
Uahh...


( Kolaborasi Sajak dengan Dwi Andari )
: sejak sapamu
ada yang bertumbuh
menjalar
mengakar kuat di hati
...
meresahkan,
sekaligus menentramkan

mengacak-acak rasa
tapi tak terpungkiri indahnya

tuan,
santunmu memikat
aku terpikat..

nah,
kujatuhi cinta dengan segala resiko...!

-- mimpi, ternyata --
tidur lagi, ah..!


Uahh...


( Kolaborasi Sajak dengan Efvan Fajrullah )

Friday, February 22, 2013

menguntai waktu



terus ku untai detik
mengoleksi waktu
memeluki erat rindu
sabar menunggu
hingga takdir kembali
menyatukan kita lagi

bunda..
tak kan habis do’a ku untukmu
seperti juga kerinduan ini


Dak, 02.13

Tuesday, February 19, 2013

cintakah?..


sejak sapamu
ada yang bertumbuh
menjalar, mengakar kuat dihati

meresahkan, tapi juga menentramkan
mengacak-acak rasa, tapi tak terpungkiri indahnya

tuan,
santunmu memikat
aku terpikat

cintakah ini?!


Dak, 02.13

Ganjilkah aku?..


“ katanya tak kenal maka tak sayang
pun katanya menghadapi kegilaan harus juga dengan kegilaan “

: menyelami sejatimu
duh tuan,
pesona keganjilanmu itu
menarik narik simpatiku
kuat menjerat genapku

engkau maya, hadirmu tak nyata
tapi dimimpi ku kau begitu jumawa
membangunkan aku megah istana
berbenteng kokoh pasir merah
berpenjaga sejuta kalajengking
membuat nyaman aman jiwa

duh,
bagaimana kujelaskan ini
aku tenggelam dalam penghayatan
mencoba mengertimu membuatku mengerti
kau bukan hanya rajai angan dari sejuta inginku
tapi juga kegenapan otakku

sepertimu
ganjilkah kini aku?


Dak, 02.13

Monday, February 18, 2013

kabar bau mu..


kabarnya kau begitu tenar
berhasil sukses menebar bau
dari sejuta satu lubang dibusuk hatimu

duh tuan,
tahukah kabar ter up_datenya?!

hanya tinggal hitungan waktu
kematian datangi setiap belatung di lukamu
karena, kebenaran akan mengeksekusinya

ahh tuan,
sungguh miris takdirmu

terluka
menebar bau
lalu mati dimakan busuk hati

cuma saja aku khawatir
apa kau punya hati?




Dak, 02,13

Thursday, February 14, 2013

kuterima...

#

malam bercadar
gelap menghunus samurai
aku tertikam

#

pagi pecah
mimpi njelma nyata
hatiku berdarah

#

diujung resah
detik tertatih berdetak
sabar diuji

#

mentari bersinar
hangat mengganti dingin
ikhlasku mendamaikan

#

tuan,
bahkan sepecah kecil rasa
dari tulus yang kau remuk
tak lagi ada


Dak, 02.13

Wednesday, February 13, 2013

pelukis rasa...


andai bisa
pasti sudah kulukis engkau duhai
lelaki berhati indah
dengan sejuta kata emas
karena sejatimu adalah murni
hatimu pancarkan tulus
mengabadi diaura kasatmu

duh, andai aku maestro
bukan pelukis rasa amatir
pasti sudah kulukis engkau
duhai...


Dak, 02.13

bukan perayu


rasaku membukit
menggunung
melangit!

duhai rindu
ajari aku meramu kata
tuk kupersembahkan padanya
sebuah cerita tentang derita rasa didada
akibat panah pesonanya
yang terbangkan sejuta angan juga impian
tinggikan hasrat tuk terus bersamanya
menghabiskan sisa waktu yang kupunya

aku bukan perayu
tapi sungguh
aku ingin merayunya

rindu...
jadikan aku penyair
tuk tunjukan keberadaanmu untuknya
didenyar nadiku


Dak, 02.13

epilog absurdis;... (tak berulang)

: kita sepasang
bisu terhadang dogma..


aku terjajar, terdiam di sudut kehampaan.
bukankah cinta itu adalah pelangi
penuh warna
senja dengan semburat jingga sempurna
hingga nila mengungu?

tapi
mengapa dalam dekapan kami
cuma 2 warna sama
hitam,
dan kelam

'ngkau runtuh dalam angkuhmu
menggumambisik seperti angin senja itu

aku terjajar,
terjatuh ditampar kenyataan
telah begitu mahal harga terbayar
untuk tak jadi munafik
seperti sekarang
entah berapa lagi terhutang
agar tetap bersama menjaga rasa

'ngkau tak paham muslihat pikiranmu
logika
retorika tanpa hati
tanpa nurani..
hingga harus terus mencari-cari
apa yang mau dibakar..!

aku dan 'ngkau terjajar,
bersimpuh dalam ketakberdayaan

Tuhan,
akankah kami sanggup melunasinya
harga dari sebuah “perbedaan”

kita sepasang
terjebak elipsis kegamangan
tertelan aturan norma
dan keangkuhan

ya, kita sepasang..
saling berjalan memunggungi malam
merapal kalimat sakti berulang-ulang..

"denganku adalah: kenangan bodoh yang manis..!?"


Dak, 02.13
Sajak Kolaborasi dengan Efvhan Fajrullah

Monday, February 11, 2013

ketika egomu membakarku..

baiklan
tinggikan saja egomu
cacah rajah setiaku
dengan tajam cemburu
kalau perlu
bakar hangus impian kita

tuan,
cinta kita memang buta
tapi cemburumu..
membabibuta!

jadi, silahkan..
pertanyakan setiaku
dan...
akan kugugat setiamu!

ya, aku terbakar
kau bakar!


Dak, 02.13

Monday, February 4, 2013

angin rindu


diiris rindu
sepi nyata melagu
guncang getarkan qalbu

...dan kau tetaplah angin
datang untuk menerpa
tinggalkan gigil dingin


Dak, 02.13

medium teretak;.. (tak teratifikasi)


: ah,
terbenam di palung kecewa

kita sepasang
gontai langkah
malam mendekap
mendekat tanpa diundang
terlepas genggaman
diradang kepekatan gulita

rasa oleh rasa...
sumir waktu
mengayun asa membuta
meski disesaki jutaan khayali
tetap saja nyata terlukis


mereka bilang;
betapa lugu..
ketika teriakku didekam kebisuan
menantang leluka
dicecar basah perih menindih

tangis menggenang-rayap
semua terkenang, lintas membayang

mengucurlah..
segala sesal yang membunuh berkali-kali 

'ngkau tergeletak pasi di sisi luar
meracau igau tak tentu 
ntah malu risih atau..
sekarat
aku jadi tak perduli
hingga latah jawabmu..
tak terurus
menggelepar pada titik azimuth terjauh

kita terputus nadi
darah mengering
perlahan
kita mati..



Dak, 02.13
Kolaborasi Sajak dengan Efvhan Fajrullah

.